Minggu, 16 Desember 2012
ANALISIS SOSIOLOGIS TERHADAP IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA MASYARAKAT INDONESIA
Abstract
The program of Corporate Social Responsibility is the social program that
provides a lot of contributions in solving social problems in job opportunities, health,
education, economy, and the environment. The implementation of the CSR program
still faces some obstacles, namely, the program has not been socialized. Another
barrier is the difference of viewpoint between the Department of Laws and Human
Right and the Department of Industry. The other is that there is no clear regulation on
the implementation of CSR. However, CSR program can improve the spirit of
togetherness among different communities.
CSR (Program Corporate Social
Reponsibility) merupakan salah satu
kewajiban yang harus dilaksanakan oleh
perusahaan sesuai dengan isi pasal 74
Undang-undang Perseroan Terbatas
(UUPT) yang baru. Undang-undang ini
disyahkan dalam sidang paripurna DPR.
Dengan adanya Undang-undang
ini, industri atau korporasi-korporasi
wajib untuk melaksanakannya, tetapi
kewajiban ini bukan merupakan suatu
beban yang memberatkan. Perlu diingat
pembangunan suatu negara bukan hanya
tanggung jawab pemerintah dan industri
saja, tetapi setiap insan manusia
berperan untuk mewujudkan
kesejahteraan sosial dan pengelolaan
kualitas hidup masyarakat. Industri dan
korporasi berperan untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi yang sehat
dengan mempertimbangkan pula faktor
lingkungan hidup. Kini dunia usaha
tidak lagi hanya memperhatikan catatan
keuangan perusahaan semata (single
bottom line), melainkan sudah meliputi
keuangan, sosial, dan aspek lingkungan
biasa disebut (Triple bottom line) sinergi
tiga elemen ini merupakan kunci dari
konsep pembangunan berkelanjutan.
Konsep tanggung jawab sosial
perusahaan telah dikenal sejak awal
1970, yang secara umum diartikan
sebagai kumpulan kebijakan dan praktik
yang berhubungan dengan stakeholder,
nilai-nilai, pemenuhan ketentuan hukum,
penghargaan masyarakat, lingkungan,
serta komitmen dunia usaha untuk
berkontribusi dalam pembangunan
secara berkelanjutan (Corporate Social
Reponsibility) CSR tidak hanya
merupakan kegiatan kreatif perusahaan
dan tidak terbatas hanya pada
pemenuhan aturan hukum semata.
Masih banyak perusahaan tidak
mau menjalankan program-program
CSR karena melihat hal tersebut hanya
sebagai pengeluaran biaya (Cost
Center). CSR tidak memberikan hasil
secara keuangan dalam jangka pndek.
Namun CSR akan memberikan hasil
baik langsung maupun tidak langsung
pada keuangan perusahaan di masa
mendatang. Investor juga ingin
investasinya dan kepercayaan
masyarakat terhadap perusahaannya
memiliki citra yang baik di mata
masyarakat umum. Dengan demikian,
apabila perusahaan melakukan programprogram CSR diharapkan keberlanjutan,
sehingga perusahaan akan berjalan
dengan baik. Oleh karena itu, program
CSR lebih tepat apabila digolongkan
sebagai investasi dan harus menjadi
strategi bisnis dari suatu perusahaan.
Istilah CSR pertama kali
menyeruak dalam tulisan Social
Responsibility of the Businessman tahun
1953. konsep yang digagas Howard
Rothmann Browen ini menjawab
keresahan dunia bisnis. Belakangan CSR
segera diadopsi, karena bisa jadi
penawar kesan buruk perusahaan yang
terlanjur dalam pikiran masyarakat dan
lebih dari itu pengusaha di cap sebagai
pemburu uang yang tidak peduli pada
dampak kemiskinan dan kerusakan
lingkungan. Kendati sederhana, istilah
CSR amat marketable melalu CSR
pengusaha tidak perlu diganggu
perasaan bersalah.
Dalam proses perjalanan CSR
banyak masalah yang dihadapinya, di
antaranya adalah :
1. Program CSR belum
tersosialisasikan dengan baik
di masyarakat
2. Masih terjadi perbedaan
pandangan antara
departemen hukum dan
HAM dengan departemen
perindustrian mengenai CSR
dikalangan perusahaan dan
Industri
3. Belum adanya aturan yang
jelas dalam pelaksanaan CSR
dikalangan perusahaan.
Bila dianalisis permasalahan di
atas yang menyangkut belum
tersosialisasikannya dengan baik
program CSR di kalangan masyarakat.
Hal ini menyebabkan program CSR
belum bergulir sebagai mana mestinya,
mengingat masyarakat umum belum
mengerti apa itu program CSR. Apa saja
yang dapat dilakukannya? Bagaimana
dapat berkolaborasi dengan prosedur
perusahaan.
Untuk menjawap pertanyaan
masyarakat umum, perlu dijelaskan
keberhasilan program CSR baik di
media cetak, atau media elektronika dan
memberikan contoh keberhasilan
program CSR yang telah dijalankan.
Di samping itu peranan
perguruan tinggi perlu ambil bagian
dalam proses sosialisasi ini, mengingat
perguruan tinggi dapat sebagai agen
perubahan dalam masyarakat.
Kerjasama ini dapat berupa penelitian,
seminar, dan pemberdayaan masyarakat.
KK-Ilmu kemanusiaan melalui mata
kuliah Kuminikasi Pembangunan sudah
melakukan penelitian tentang
implementasi program CSR di kalangan
pendidikan yang hasilnya masih jauh
dari apa yang diharapkan oleh kalangan
pendidikan. Contohnya hasil riset pada
siswa SMA Bale Endah, mereka
memerlukan bantuan biaya sekolah
untuk transportasi dan uang
sekolah.tetapi yang diperoleh dari
program CSR perusahaan pemberi
bantuan tersebut berupa seperangkat
komputer dan internet berikut pelatihan Analisis Sosiologis Terhadap Implementasi Corporate Social Responsibility Pada Masyarakat Indonesia
bagi guru. Jelas program CSR tidak
mengenai sasaran. Apa yang diperlukan
oleh siswa dengan apa yang diberikan
perusahaan melalui program CSR
sebelumnya tidak tepat sasaran.
Permasalahan ini tidak
diperhatikan oleh pihak perusahaan
pemberi bantuan tetapi setelah
mahasiswa yang mengambil matakuliah
Komunikasi pembangunan melakukan
riset, ditemukan terjadi perbedaan antara
apa yang diharapkan siswa dengan apa
yang diberikan perusahaan. Keadaan ini
telah disampaikan kepada pihak pemberi
bantuan melalui seminar, dan pihak
perusahaan menyadari hal ini. Karena
keterbatasan SDM dan waktu, pihak
perusahaan berusaha agar lebih efektif
lagi untuk kedepannya. Mahasiswa tidak
hanya melakukan riset dibidang
pendidikan saja, tetapi juga melakukan
riset pada masyarakat sekitar kampus
ITB, tepatnya di daerah Cisitu. Hasil
riset menghasilkan 40% anak yang putus
sekolah, 50% Ibu rumah tangga buta
aksara, 75% pemuda yang tidak
memiliki pekerjaan. Dari hasil riset ini
mahasiswa mencoba menindak lanjuti
dengan cara menyusun program
pemberantasan buta aksara,
pemberdayaan masyarakat, dan
pendidikan informal. Program ini
memerlukan tempat perlatihan, SDM,
dan dana. Untuk itu, mahasiswa
mengajak perusahaan telkom, BNI, dan
PLN bekerjasama untuk melaksanakan
program tersebut melalui program CSR
yang ada pada masing-masing
perusahaan.
Program CSR ini, masih
menyimpan banyak polemik di kalangan
departemen Hukum dan HAM yang
berusaha mewajibkan CSR bagi
perusahaan, sedangkan Departemen
perindustrian tidak mewajibkan
perusahaan tidak memiliki program
CSR. Hal ini merupakan Full Anomali
(terbalik-balik). Departemen Hukum dan
HAM yang seharusnya mendukung
pengusaha karena azas kebebasan,
malah mewajibkan CSR sedangkan
Departemen Perindustrian yang
mestinya diwajibkan CSR justru
dibebaskan dari tuntutan kewajiban
CSR. Dikalangan perusahaan dan
Industri.Dalam serba ketidak pastian ini
Forum Ekonomi Dunia melalui Global
Govermance Initiative menggelar World
Business Council For Sustainablle
Development di New York pada tahun
2005, salahsatu deklarasi penting
disepakati bahwa CSR jadi wujud
komitmen dunia usaha untuk membantu
PBB dalam merealisasikan Millennium
Development Goalds (MDGs). Adapun
tujuan utama MDGs adalah mengurangi
separuh kemiskinan dan kelaparan
ditahun 2015. Pantas untuk dicatat
tujuan ini jelas maha berat, mengingat
pertumbuhan dunia bisnis terus
meningkat, tetapi kemiskinan toh malah
bertambah.
Human Depelopment Report
tahun 2005 (HDR) melaporkan, 40%
penduduk dunia atau 2,5 milyar jiwa
hidup dengan upah dibawah US$
2/hari/kapita. Total upah ini nilainya
setara dengan 5% pendapatan dunia ,
setiap hari 1200 anak-anak mati karena
kelaparan. HDR mensinyalir 10% orang
terkaya di dunia menguasai 54% total
pendapatan dunia yang yang 500 orang
dari 10% terkaya itu, hartanya lebih
besar ketimbang kekayaan 416 juta
penduduk termiskin.
Untuk mengatasi kemiskinan ini
pihak perusahaan perlu menyisihkan
uang dari keuntungan yang diperoleh, Analisis Sosiologis Terhadap Implementasi Corporate Social Responsibility Pada Masyarakat Indonesia
tetapi bukan dimasukan kedalam biaya
investasi yang harus ditanggung
pemerintah .
Bila dilihat masih belum jelasnya
aturan dalam pelaksanaan CSR
perusahaan menimbulkan penafsiran
sendiri, hal ini dapat dilihat dari masingmasing perusahaan yang memiliki
program CSR. Perlu diketahui program
CSR yang terpenting adalah aturan yang
mewajibkan programnya harus
berkelanjutan (sustainable). Melakukan
program CSR yang berkelanjutan akan
memberikan dampak positif dan manfaat
yang lebih besar baik kepada
perusahaan itu sendiri berupa citra
perusahaan dan para stake holder yang
terkait. Sebagai contoh nyata dari
program CSR yang dapat dilakukan oleh
perusahaan dengan semangat
keberlanjutan antara lain pengembangan
Bio Energi, Perkebunan Rakyat, dan
pembangkit Listri tenaga air swadaya
masysrakat.
Program CSR yang
berkelanjutan diharapkan dapat
membantu menciptakan kehidupan
dimsyarakat yang lebih sejahtera dan
mandiri. Setiap kegiatan tersebut akan
melibatkan semangat sinergi dari semua
pihak secara terus menerus membangun
dan menciftakan kesejahteraan dan pada
akhirnya akan tercifta kemandirian dari
masyarakat yang terlibat dalam program
tersebut, sesuai dengan kemampuannya.
Hal ini sejalan dengan pendapat
Kingsley Davis dan Wilbert Moore,
menurut mereka bahwa didalalm
masyarakat terdapat Stratifikasi social
dimana stratifikasi social itu dibutuhkan
masyarakat demi kelangsungan hidup
yang membutuhkan berbagai jenis
pekerjaan. Tanpa adanya stratifikasi
social, masyarakat tidak akan terangsang
untuk menekuni pekerjaan-pekerjaan
sulit atau pekerjaan yang membutuhkan
proses berlajar yang lama dan mahal.
Agar masyarakat dapat memiliki modal
stimulus untuk merubah stratifikasi,
perlu ada pemberdayaan agar
masyarakat sadar dan bangkit dari
keterpurukan.
Kondisi ini dapat diatasi dengan
program yang bersipat holistik sehingga
dapat membangun tingkat kepercayaan
dalam diri masyarakat, untuk itu
didukung oleh program CSR yang
berkelanjutan (sustainable).
DAFTAR PUSTAKA
1. J.Dwi Nurwoko (2006) Sosiologi
teks pergaulan dan terapan.
Jakarta : Kencana Prenada,
Media Group.
2. http://business
enveroment.wordpress.com/2007
/03/01/program -C
original from: Chairil N. Siregar * http://fsrd.itb.ac.id/wp-content/uploads/2007/12/Chairil-3.pdf
Corporate Social Responsibility
Definisi Corporate Social Responsibility
Lima Pilar Aktivitas Coprorate Social Responsibility
Dalam penelitian kali ini konsep Corporate Social Responsibility akan diukur dengan menggunakan lima pilar aktivitas Corporate Social Responsibility dari Prince of Wales International Bussiness Forum, yaitu (Wibisono, 2007,p.119) :
Building Human Capital
Secara internal, perusahaan dituntut untuk menciptakan SDM yang andal. Secara eksternal, perusahaan dituntut untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, biasanya melalui community development.
Strengthening Economies
Perusahaan dituntut untuk tidak menjadi kaya sendiri sementara komunitas di lingkungannya miskin, mereka harus memberdayakan ekonomi sekitar.
Assessing Social Chesion
Perusahaan dituntut untuk menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitarnya agar tidak menimbulkan konflik.
Encouraging Good Governence
Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan harus menjalankan tata kelola bisnis dengan baik.
Protecting The Environment
Perusahaan berupaya keras menjaga kelestarian lingkungan.
Bentuk Program Corporate Social Responsibility
Kotler dalam buku “Corporate Social Responsibility : Doing The Most Good for Your Company” (2005) menyebutkan beberapa bentuk program Corporate Social Responsibility yang dapat dipilih, yaitu :
Cause Promotions
Dalam cause promotions ini perusahaan berusaha untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai suatu issue tertentu, dimana issue ini tidak harus berhubungan atau berkaitan dengan lini bisnis perusahaan, dan kemudian perusahaan mengajak masyarakat untuk menyumbangkan waktu, dana atau benda mereka untuk membantu mengatasi atau mencegah permasalahan tersebut. Dalam cause promotions ini, perusahaan bisa melaksanakan programnya secara sendiri ataupun bekerjasama dengan lembaga lain, misalnya : non government organization.
Cause Promotions dapat dilakukan dalam bentuk :
Meningkatkan awareness dan concern masyarakat terhadap satu issue tertentu.
Mengajak masyarakat untuk mencari tahu secara lebih mendalam mengenai suatu issue tertentu di masyarakat. Mengajak masyarakat untuk menyumbangkan uang, waktu ataupun barang milik mereka untuk membantu mengatasi dan mencegah suatu permasalahan tertentu. Mengajak orang untuk ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan event tertentu, misalnya : mengikuti gerak jalan, menandatangani petisi, dll.
Cause-Related Marketing
Dalam cause related marketing, perusahaan akan mengajak masyarakat untuk membeli atau menggunakan produk nya, baik itu barang atau jasa, dimana sebagian dari keuntungan yang didapat perusahaan akan didonasikan untuk membantu mengatasi atau mencegah masalah tertentu.
Cause related marketing dapat berupa :
Setiap barang yang terjual, maka sekian persen akan didonasikan.
Setiap pembukaan rekening atau account baru, maka beberapa rupiah akan didonasikan.
Corporate Social Marketing
Corporate social marketing ini dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk mengubah perilaku masyarakat (behavioral changes) dalam suatu issue tertentu.
Biasanya corporate social marketing, berfokus pada bidang-bidang di bawah ini, yaitu :
Bidang kesehatan (health issues), misalnya : mengurangi kebiasaan merokok, HIV/AIDS, kanker, eating disorders, dll.
Bidang keselamatan (injury prevention issues), misalnya :
keselamatan berkendara, pengurangan peredaran senjata api, dll.
Bidang lingkungan hidup (environmental issues) , misalnya :
konservasi air, polusi, pengurangan penggunaan pestisida.
Bidang masyarakat (community involvement issues), misalnya :
memberikan suara dalam pemilu, menyumbangkan darah, perlindungan hak-hak binatang, dll.
Corporate Philanthrophy
Corporate philanthropy mungkin merupakan bentuk Corporate Social Responsibility yang paling tua. Corporate philanthrophy ini dilakukan oleh perusahaan dengan memberikan kontribusi/sumbangan secara langsung dalam bentuk dana, jasa atau alat kepada pihak yang membutuhkan baik itu lembaga, perorangan ataupun kelompok tertentu.
Corporate philanthropy dapat dilakukan dengan menyumbangkan :
Menyumbangkan uang secara langsung, misalnya: memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tidak mampu,dll.
Memberikan barang/produk, misalnya: memberikan bantuan peralatan tulis untuk anak-anak yang belajar di sekolah-sekolah terbuka, dll.
Memberikan jasa, misalnya: memberikan bantuan imunisasi kepada anak-anak di daerah terpencil,dll.
Memberi ijin untuk menggunakan fasilitas atau jalur distribusi yang dimiliki oleh perusahaan, misalnya: sebuah hotel menyediakan satu ruangan khusus untuk menjadi showroom bagi produk-produk kerajinan tangan rakyat setempat, dll.
Corporate Volunteering
Community Volunteering adalah bentuk Corporate Social Responsibility di mana perusahaan mendorong atau mengajak karyawannya ikut terlibat dalam program Corporate Social Responsibility yang sedang dijalankan dengan jalan mengkontribusikan waktu dan tenaganya.
Beberapa bentuk community volunteering, yaitu :
Perusahaan mengorganisir karyawannya untuk ikut berpartisipasi dalam program Corporate Social Responsibility yang sedang dijalankan oleh perusahaan, misalnya sebagai staff pengajar, dll.
Perusahaan memberikan dukungan dan informasi kepada karyawannya untuk ikut serta dalam program-program Corporate Social Responsibility yang sedang dijalankan oleh lembaga-lembaga lain, dimana program-program Corporate Social Responsibility tersebut disesuaikan dengan bakat dan minat karyawan.
Memberikan kesempatan (waktu) bagi karyawan untuk mengikuti kegiatan Corporate Social Responsibility pada jam kerja, dimana karyawan tersebut tetap mendapatkan gajinya.
Memberikan bantuan dana ke tempat-tempat dimana karyawan terlibat dalam program Corporate Social Responsibility nya. Banyaknya dana yang disumbangkan tergantung pada banyaknya jam yang dihabiskan karyawan untuk mengikuti program Corporate Social Responsibility di tempat tersebut. Socially Responsible Bussiness Dalam Socially responsible business, perusahaan melakukan perubahan terhadap salah satu atau keseluruhan sistem kerja nya agar dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat.
Socially responsible business, dapat dilakukan dalam bentuk :
Memperbaiki proses produksi, misalnya : melakukan penyaringan terhadap limbah sebelum dibuang ke alam bebas, untuk menghilangkan zat-zat yang berbahaya bagi lingkungan, menggunakan pembungkus yang dapat didaur ulang (ramah lingkungan).
Menghentikan produk-produk yang dianggao berbahaya tapi tidak illegal.
Hanya menggunakan distributor yang memenuhi persyaratan dalam menjaga lingkungan hidup.
Membuat batasan umur dalam melakukan penjualan, misalnya barang-barang tertentu tidak akan dijual kepada anak yang belum berumur 18 tahun.
Keuntungan Melakukan Program Corporate Social Responsibility
Dalam buku, “Membedah Konsep dan Aplikasi CSR”, Yusuf Wibisono (2007) menguraikan 10 keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan jika melakukan program Corporate Social Responsibility, yaitu:
Mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan image perusahaan Perbuatan destruktif pasti akan menurunkan reputasi perusahaan, sebaliknya kontribusi positif pasti akan mendongkrak image dan reputasi positif perusahaan. Image / citra yang positif ini penting untuk menunjang keberhasilan perusahaan.
Layak Mendapatkan sosial licence to operate
Masyarakat sekitar adalah komunitas utama perusahaan. Ketika mereka mendapatkan keuntungan dari perusahaan, maka dengan sendirinya mereka akan merasa memiliki perusahaan. Sehingga imbalan yang diberika kepada perusahaan adalah keleluasaan untuk menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut.
Mereduksi Resiko Bisnis Perusahaan
Mengelola resiko di tengah kompleksnya permasalahan perusahaan merupakan hal yang esensial untuk suksesnya usaha. Disharmoni dengan stakeholders akan menganggu kelancaran bisnis perusahaan. Bila sudah terjadi permasalahan, maka biaya untuk recovery akan jauh lebih berlipat bila dibandingkan dengan anggaran untuk melakukan program Corporate Social Responsibility. Oleh karena itu, pelaksanaan Corporate Social
Responsibility sebagai langkah preventif untuk mencegah memburuknya hubungan dengan stakeholders perlu mendapat perhatian.
Melebarkan Akses Sumber Daya
Track records yang baik dalam pengelolaan Corporate Social Responsibility merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu memuluskan jalan menuju sumber daya yang diperlukan perusahaan.
Membentangkan Akses Menuju Market
Investasi yang ditanamkan untuk program Corporate Social Responsibility ini dapat menjadi tiket bagi perusahaan menuju peluang yang lebih besar. Termasuk di dalamnya memupuk loyalitas konsumen dan menembus pangsa pasar baru.
Mereduksi Biaya
Banyak contoh penghematan biaya yang dapat dilakukan dengan melakukan Corporate Social Responsibility. Misalnya: dengan mendaur ulang limbah pabrik ke dalam proses produksi. Selain dapat menghemat biaya produksi, juga membantu agar limbah buangan ini menjadi lebih aman bagi lingkungan.
Memperbaiki Hubungan dengan Stakehoder
Implementasi Corporate Social Responsibility akan membantu menambah frekuensi komunikasi dengan stakeholder, dimana komunikasi ini akan semakin menambah trust stakeholders kepada perusahaan.
Memperbaiki Hubungan dengan Regulator
Perusahaan yang melaksanakan Corporate Social Responsibility umumnya akan meringankan beban pemerintah sebagai regulator yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.
Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan
Image perusahaan yang baik di mata stakeholders dan kontribusi positif yang diberikan perusahaan kepada masyarakat serta lingkungan, akan menimbulkan kebanggan tersendiri bagi karyawan yang bekerja dalam perusahaan mereka sehingga meningkatkan motivasi kerja mereka.
Peluang Mendapatkan Penghargaan
Banyaknya penghargaan atau reward yang diberikan kepada pelaku Corporate Social Responsibility sekarang, akan menambah kans bagi perusahaan untuk mendapatkan award.
berikut contoh jurnal skripsi yang berkaitan dengan perilaku konsumen:
http://titaviolet.wordpress.com/2011/06/23/jurnal-pengungkapan-corporate-social-responsibility-csr/
Berdasar pada Trinidad and Tobaco Bureau of Standards (TTBS), Corporate Social Responsibility diartikan sebagai komitmen usaha untuk bertindak etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komuniti lokal dan masyarakat secara lebih luas (Budimanta,Prasetijo & Rudito, 2004, p.72).
World Business Council for Sustainable Development mendefiniskan Corporate Social Responsibility sebagai komitmen berkelanjutan kalangan bisnis untuk berperilaku etis dan memberikan sumbangan pada pembangunan ekonomi sekaligus memperbaiki mutu hidup angkatan kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat secara keseluruhan (Iriantara, 2004, p.49). “Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan” (Kotler & Nancy, 2005,p.4)
CSR Forum mendefinikan Corporate Social Responsibility sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat kepada karyawan, komunitas dan lingkungan (Wibisono, 2007, p.8).
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi jangka panjang terhadap satu issue tertentu di masyarakat atau lingkungan untuk dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kontribusi dari perusahaan ini bisa berupa banyak hal, misalnya : bantuan dana, bantuan tenaga ahli dari perusahaan, bantuan berupa barang, dll. Di sini perlu dibedakan antara program Corporate Social Responsibility dengan kegiatan charity. Kegiatan charity hanya berlangsung sekali atau sementara waktu dan biasanya justru menimbulkan ketergantungan publik terhadap perusahaan. Sementara, program Corporate Social Responsibility merupakan program yang berkelanjutan dan bertujuan untuk menciptakan kemandirian publik (“Paradigma Baru CSR”, Oktober 2006).
Perusahaan yang menjalankan model bisnisnya dengan berpijak pada prinsip-prinsip etika bisnis dan manajemen pengelolaan sumber daya alam yang strategik dan sustainable akan dapat menumbuhkan citra positif serta mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat (Wibisono, 2007, p.66). Philip Kotler dan Nancy Lee juga mengatakan bahwa Corporate Social Responsibility memiliki kemampuan untuk meningkatkan citra perusahaan karena jika perusahaan menjalankan tata kelola bisnisnya dengan baik dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maka pemerintah dan masyarakat akan memberikan keleluasaan bagi perusahaan tersebut untuk beroperasi di wilayah mereka. Citra positif ini akan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan hidupnya saat mengalami krisis (Kotler & Nancy, 2005)
Melihat pentingnya pelaksanaan Corporate Social Responsibility dalam membantu perusahaan menciptakan citra positifnya maka perusahaan seharusnya melihat Corporate Social Responsibility bukan sebagai sentra biaya (cost center) melainkan sebagai sentra laba (profit center) di masa mendatang. Logikanya sederhana, jika Corporate Social Responsibility diabaikan kemudian terjadi insiden. Maka biaya yang dikeluarkan untuk biaya recovery bisa jadi lebih besar dibandingkan biaya yang ingin dihemat melalui peniadaan Corporate Social Responsibility itu sendiri. Hal ini belum termasuk pada resiko non-finansial yang berupa memburuknya citra perusahaan di mata publiknya (Wibisono, 2007).
Perusahaan yang menjalankan model bisnisnya dengan berpijak pada prinsip-prinsip etika bisnis dan manajemen pengelolaan sumber daya alam yang strategik dan sustainable akan dapat menumbuhkan citra positif serta mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat (Wibisono, 2007, p.66). Philip Kotler dan Nancy Lee juga mengatakan bahwa Corporate Social Responsibility memiliki kemampuan untuk meningkatkan citra perusahaan karena jika perusahaan menjalankan tata kelola bisnisnya dengan baik dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maka pemerintah dan masyarakat akan memberikan keleluasaan bagi perusahaan tersebut untuk beroperasi di wilayah mereka. Citra positif ini akan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan hidupnya saat mengalami krisis (Kotler & Nancy, 2005)
Melihat pentingnya pelaksanaan Corporate Social Responsibility dalam membantu perusahaan menciptakan citra positifnya maka perusahaan seharusnya melihat Corporate Social Responsibility bukan sebagai sentra biaya (cost center) melainkan sebagai sentra laba (profit center) di masa mendatang. Logikanya sederhana, jika Corporate Social Responsibility diabaikan kemudian terjadi insiden. Maka biaya yang dikeluarkan untuk biaya recovery bisa jadi lebih besar dibandingkan biaya yang ingin dihemat melalui peniadaan Corporate Social Responsibility itu sendiri. Hal ini belum termasuk pada resiko non-finansial yang berupa memburuknya citra perusahaan di mata publiknya (Wibisono, 2007).
Lima Pilar Aktivitas Coprorate Social Responsibility
Dalam penelitian kali ini konsep Corporate Social Responsibility akan diukur dengan menggunakan lima pilar aktivitas Corporate Social Responsibility dari Prince of Wales International Bussiness Forum, yaitu (Wibisono, 2007,p.119) :
Building Human Capital
Secara internal, perusahaan dituntut untuk menciptakan SDM yang andal. Secara eksternal, perusahaan dituntut untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, biasanya melalui community development.
Strengthening Economies
Perusahaan dituntut untuk tidak menjadi kaya sendiri sementara komunitas di lingkungannya miskin, mereka harus memberdayakan ekonomi sekitar.
Assessing Social Chesion
Perusahaan dituntut untuk menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitarnya agar tidak menimbulkan konflik.
Encouraging Good Governence
Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan harus menjalankan tata kelola bisnis dengan baik.
Protecting The Environment
Perusahaan berupaya keras menjaga kelestarian lingkungan.
Bentuk Program Corporate Social Responsibility
Kotler dalam buku “Corporate Social Responsibility : Doing The Most Good for Your Company” (2005) menyebutkan beberapa bentuk program Corporate Social Responsibility yang dapat dipilih, yaitu :
Cause Promotions
Dalam cause promotions ini perusahaan berusaha untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai suatu issue tertentu, dimana issue ini tidak harus berhubungan atau berkaitan dengan lini bisnis perusahaan, dan kemudian perusahaan mengajak masyarakat untuk menyumbangkan waktu, dana atau benda mereka untuk membantu mengatasi atau mencegah permasalahan tersebut. Dalam cause promotions ini, perusahaan bisa melaksanakan programnya secara sendiri ataupun bekerjasama dengan lembaga lain, misalnya : non government organization.
Cause Promotions dapat dilakukan dalam bentuk :
Meningkatkan awareness dan concern masyarakat terhadap satu issue tertentu.
Mengajak masyarakat untuk mencari tahu secara lebih mendalam mengenai suatu issue tertentu di masyarakat. Mengajak masyarakat untuk menyumbangkan uang, waktu ataupun barang milik mereka untuk membantu mengatasi dan mencegah suatu permasalahan tertentu. Mengajak orang untuk ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan event tertentu, misalnya : mengikuti gerak jalan, menandatangani petisi, dll.
Cause-Related Marketing
Dalam cause related marketing, perusahaan akan mengajak masyarakat untuk membeli atau menggunakan produk nya, baik itu barang atau jasa, dimana sebagian dari keuntungan yang didapat perusahaan akan didonasikan untuk membantu mengatasi atau mencegah masalah tertentu.
Cause related marketing dapat berupa :
Setiap barang yang terjual, maka sekian persen akan didonasikan.
Setiap pembukaan rekening atau account baru, maka beberapa rupiah akan didonasikan.
Corporate Social Marketing
Corporate social marketing ini dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk mengubah perilaku masyarakat (behavioral changes) dalam suatu issue tertentu.
Biasanya corporate social marketing, berfokus pada bidang-bidang di bawah ini, yaitu :
Bidang kesehatan (health issues), misalnya : mengurangi kebiasaan merokok, HIV/AIDS, kanker, eating disorders, dll.
Bidang keselamatan (injury prevention issues), misalnya :
keselamatan berkendara, pengurangan peredaran senjata api, dll.
Bidang lingkungan hidup (environmental issues) , misalnya :
konservasi air, polusi, pengurangan penggunaan pestisida.
Bidang masyarakat (community involvement issues), misalnya :
memberikan suara dalam pemilu, menyumbangkan darah, perlindungan hak-hak binatang, dll.
Corporate Philanthrophy
Corporate philanthropy mungkin merupakan bentuk Corporate Social Responsibility yang paling tua. Corporate philanthrophy ini dilakukan oleh perusahaan dengan memberikan kontribusi/sumbangan secara langsung dalam bentuk dana, jasa atau alat kepada pihak yang membutuhkan baik itu lembaga, perorangan ataupun kelompok tertentu.
Corporate philanthropy dapat dilakukan dengan menyumbangkan :
Menyumbangkan uang secara langsung, misalnya: memberikan beasiswa kepada anak-anak yang tidak mampu,dll.
Memberikan barang/produk, misalnya: memberikan bantuan peralatan tulis untuk anak-anak yang belajar di sekolah-sekolah terbuka, dll.
Memberikan jasa, misalnya: memberikan bantuan imunisasi kepada anak-anak di daerah terpencil,dll.
Memberi ijin untuk menggunakan fasilitas atau jalur distribusi yang dimiliki oleh perusahaan, misalnya: sebuah hotel menyediakan satu ruangan khusus untuk menjadi showroom bagi produk-produk kerajinan tangan rakyat setempat, dll.
Corporate Volunteering
Community Volunteering adalah bentuk Corporate Social Responsibility di mana perusahaan mendorong atau mengajak karyawannya ikut terlibat dalam program Corporate Social Responsibility yang sedang dijalankan dengan jalan mengkontribusikan waktu dan tenaganya.
Beberapa bentuk community volunteering, yaitu :
Perusahaan mengorganisir karyawannya untuk ikut berpartisipasi dalam program Corporate Social Responsibility yang sedang dijalankan oleh perusahaan, misalnya sebagai staff pengajar, dll.
Perusahaan memberikan dukungan dan informasi kepada karyawannya untuk ikut serta dalam program-program Corporate Social Responsibility yang sedang dijalankan oleh lembaga-lembaga lain, dimana program-program Corporate Social Responsibility tersebut disesuaikan dengan bakat dan minat karyawan.
Memberikan kesempatan (waktu) bagi karyawan untuk mengikuti kegiatan Corporate Social Responsibility pada jam kerja, dimana karyawan tersebut tetap mendapatkan gajinya.
Memberikan bantuan dana ke tempat-tempat dimana karyawan terlibat dalam program Corporate Social Responsibility nya. Banyaknya dana yang disumbangkan tergantung pada banyaknya jam yang dihabiskan karyawan untuk mengikuti program Corporate Social Responsibility di tempat tersebut. Socially Responsible Bussiness Dalam Socially responsible business, perusahaan melakukan perubahan terhadap salah satu atau keseluruhan sistem kerja nya agar dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat.
Socially responsible business, dapat dilakukan dalam bentuk :
Memperbaiki proses produksi, misalnya : melakukan penyaringan terhadap limbah sebelum dibuang ke alam bebas, untuk menghilangkan zat-zat yang berbahaya bagi lingkungan, menggunakan pembungkus yang dapat didaur ulang (ramah lingkungan).
Menghentikan produk-produk yang dianggao berbahaya tapi tidak illegal.
Hanya menggunakan distributor yang memenuhi persyaratan dalam menjaga lingkungan hidup.
Membuat batasan umur dalam melakukan penjualan, misalnya barang-barang tertentu tidak akan dijual kepada anak yang belum berumur 18 tahun.
Keuntungan Melakukan Program Corporate Social Responsibility
Dalam buku, “Membedah Konsep dan Aplikasi CSR”, Yusuf Wibisono (2007) menguraikan 10 keuntungan yang dapat diperoleh oleh perusahaan jika melakukan program Corporate Social Responsibility, yaitu:
Mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan image perusahaan Perbuatan destruktif pasti akan menurunkan reputasi perusahaan, sebaliknya kontribusi positif pasti akan mendongkrak image dan reputasi positif perusahaan. Image / citra yang positif ini penting untuk menunjang keberhasilan perusahaan.
Layak Mendapatkan sosial licence to operate
Masyarakat sekitar adalah komunitas utama perusahaan. Ketika mereka mendapatkan keuntungan dari perusahaan, maka dengan sendirinya mereka akan merasa memiliki perusahaan. Sehingga imbalan yang diberika kepada perusahaan adalah keleluasaan untuk menjalankan roda bisnisnya di kawasan tersebut.
Mereduksi Resiko Bisnis Perusahaan
Mengelola resiko di tengah kompleksnya permasalahan perusahaan merupakan hal yang esensial untuk suksesnya usaha. Disharmoni dengan stakeholders akan menganggu kelancaran bisnis perusahaan. Bila sudah terjadi permasalahan, maka biaya untuk recovery akan jauh lebih berlipat bila dibandingkan dengan anggaran untuk melakukan program Corporate Social Responsibility. Oleh karena itu, pelaksanaan Corporate Social
Responsibility sebagai langkah preventif untuk mencegah memburuknya hubungan dengan stakeholders perlu mendapat perhatian.
Melebarkan Akses Sumber Daya
Track records yang baik dalam pengelolaan Corporate Social Responsibility merupakan keunggulan bersaing bagi perusahaan yang dapat membantu memuluskan jalan menuju sumber daya yang diperlukan perusahaan.
Membentangkan Akses Menuju Market
Investasi yang ditanamkan untuk program Corporate Social Responsibility ini dapat menjadi tiket bagi perusahaan menuju peluang yang lebih besar. Termasuk di dalamnya memupuk loyalitas konsumen dan menembus pangsa pasar baru.
Mereduksi Biaya
Banyak contoh penghematan biaya yang dapat dilakukan dengan melakukan Corporate Social Responsibility. Misalnya: dengan mendaur ulang limbah pabrik ke dalam proses produksi. Selain dapat menghemat biaya produksi, juga membantu agar limbah buangan ini menjadi lebih aman bagi lingkungan.
Memperbaiki Hubungan dengan Stakehoder
Implementasi Corporate Social Responsibility akan membantu menambah frekuensi komunikasi dengan stakeholder, dimana komunikasi ini akan semakin menambah trust stakeholders kepada perusahaan.
Memperbaiki Hubungan dengan Regulator
Perusahaan yang melaksanakan Corporate Social Responsibility umumnya akan meringankan beban pemerintah sebagai regulator yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.
Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan
Image perusahaan yang baik di mata stakeholders dan kontribusi positif yang diberikan perusahaan kepada masyarakat serta lingkungan, akan menimbulkan kebanggan tersendiri bagi karyawan yang bekerja dalam perusahaan mereka sehingga meningkatkan motivasi kerja mereka.
Peluang Mendapatkan Penghargaan
Banyaknya penghargaan atau reward yang diberikan kepada pelaku Corporate Social Responsibility sekarang, akan menambah kans bagi perusahaan untuk mendapatkan award.
berikut contoh jurnal skripsi yang berkaitan dengan perilaku konsumen:
http://titaviolet.wordpress.com/2011/06/23/jurnal-pengungkapan-corporate-social-responsibility-csr/
Kamis, 09 Agustus 2012
KUIS 5
Kuis 5
1. Jelaskan pengertian organizing dan gambarkan struktur organisasi.
2. Jelaskan yang dimaksud dengan motivasi dan sebutkan 2 jenis motivasi.
3. Jelaskan pengertian dari komunikasi dan gambarkan komunikasi verbal dan non verbal.
4. jelaskan yang dimaksud dengan pimpinan dan gambarkan hubungan seorang pemimpin dan bawahannya.
Jawab:
1. Organizing adalah suatu unit sosial yang sengaja di kelola yang terdiri dari 2orang atau lebih secara relaif (kuantitatif) yang terus menerus untuk mencapai sasaran (cita-cita / keinginan) tertentu.
Dirut
Dir. Keuangan Dir. Pemasaran Dir. SDM Dir. Operasional
Manager . keuangan Manager. Pemasaran Manager. SDM Manager. Operasional
2. Motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.
- Motivasi Non Verbal : Ancaman, Hukuman, Sanksi
3. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
- Komunikasi Verbal : Berbentuk kosakata, baik lisan maupun tertulis.
- Komunikasi Non Verbal : Berbentuk mimik wajah, gestur
4. Kepemimpinan adalah usaha untuk mempengaruhi bawahannya agar terarah.
Hubungan seorang pemimpin dengan bawahannya harus terjalin komunikasi yang baik untuk menghindari kesalahfahaman dan seorang pemimpin tidak boleh keras kepala.
2. Jelaskan yang dimaksud dengan motivasi dan sebutkan 2 jenis motivasi.
3. Jelaskan pengertian dari komunikasi dan gambarkan komunikasi verbal dan non verbal.
4. jelaskan yang dimaksud dengan pimpinan dan gambarkan hubungan seorang pemimpin dan bawahannya.
Jawab:
1. Organizing adalah suatu unit sosial yang sengaja di kelola yang terdiri dari 2orang atau lebih secara relaif (kuantitatif) yang terus menerus untuk mencapai sasaran (cita-cita / keinginan) tertentu.
- Gambar struktur organisasi
Dirut
Dir. Keuangan Dir. Pemasaran Dir. SDM Dir. Operasional
Manager . keuangan Manager. Pemasaran Manager. SDM Manager. Operasional
2. Motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.
- 2 jenis motivasi
- Motivasi Non Verbal : Ancaman, Hukuman, Sanksi
3. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).
- Komunikasi Verbal : Berbentuk kosakata, baik lisan maupun tertulis.
- Komunikasi Non Verbal : Berbentuk mimik wajah, gestur
4. Kepemimpinan adalah usaha untuk mempengaruhi bawahannya agar terarah.
Hubungan seorang pemimpin dengan bawahannya harus terjalin komunikasi yang baik untuk menghindari kesalahfahaman dan seorang pemimpin tidak boleh keras kepala.
kuis 4
KUIS 4
1. Jelaskan definisi manajemen dan peranan manajemen!
Manajemen adalah bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
22 Jelaskan definisi Sistem Informasi Manajemen dan hubungkan dengan tingkatan manajemen!
Sistem Informasi Manajemen adalah proses pengumpulan, pengolahan, dan penganalisisan data yang di olah manusia dan mesin kemudian di distribusikan kepada manajer untuk dijadikan dasar sebuah keputusan.
MANAGER
|
SUMBER INFORMASI
|
KEBUTUHAN INFORMASI
|
SIFAT
|
Top Manager
|
Eksternal
|
>50%
|
Strategic
|
Middle Manager
|
Eksternal & Internal
|
Seimbang
|
Tactic
|
Lower Manager
|
Internal
|
>50%
|
Operational Technical
|
33 Jelaskan definisi etika bisnis berikan contoh keputusan manaher yang melanggar etika bisnis!
Etika Bisnis adalah bagaimana menjalankan usaha tidak bertentanga dengan norma. Norma-norma tersebut adalah agama, hukum, sosial, adat istiadat.
Contoh: Keputusan seorang manajer yang menyuap pegawai pajak agar perusahaannya tidak usah membayar pajak
44 Jelaskan bisnis dan berikan contoh kegiatan bukan bisnis!
Bisnis adalah serangkaian aktifitas mengolah sumber daya untuk menghasilkan produk dan mencapai tujuan.
Aktifitas
|
Sumber daya
|
Produk
|
Tujuan
|
- Keuangan
- Pemasaran
- Operasi
- SDM
- R&D
- IT
|
- Man
- Money
- Machine
- Method
- Material
- Market
- Minute
- Information
|
- Barang
- Jasa
|
- Profit
- People
- Planet
|
Contoh kegiatan yang bukan bisnis adalah yayasan
55 Jelaskan perencanaan berdasarkan konsep SMART
S = Specific
M = Masurable
A= Attenable
R = Resenable
T = Time Table
kuis 3
1 Apakah yang dimaksud dengan Sistem Informasi Manajemen?
Sistem Informasi Manajemen adalah proses pengumpulan, pengolahan, dan penganalisisan data yang di olah manusia dan mesin kemudian di distribusikan kepada manajer untuk dijadikan dasar sebuah keputusan.
22 Jelaskan hubungan antara fakta dengan keputusan!
33 Jelaskan hubungan data yang dibutuhkan top manager, middle manager, lower manager!
MANAGER
|
SUMBER INFORMASI
|
KEBUTUHAN INFORMASI
|
SIFAT
|
Top Manager
|
Eksternal
|
>50%
|
Strategic
|
Middle Manager
|
Eksternal & Internal
|
Seimbang
|
Tactic
|
Lower Manager
|
Internal
|
>50%
|
Operational Technical
|
44 Jelaskan konsep planning dengan menggunakan SMART!
S = Specific
M = Masurable
A= Attenable
R = Resenable
T = Time Table
55 Sebutkan 10 peran seorang manajer?
- Figure
- Leader
- Liason
- Receipent role
- Disseminator
- Spoken person
- Entrepreneurial
- Disturbance handler
- Resource allocator
- Negosiator
Langganan:
Postingan (Atom)